RumahDijual di Jakarta Selatan Rumah Dijual di Jakarta Barat Rumah Dijual di Jakarta Timur Rumah Dijual di Jakarta Utara Rumah Dijual di Jakarta Pusat. Sumatera. Rumah Dijual di Bandar Lampung Rumah Dijual di Medan Rumah Dijual di Batam. Disewa. Tipe Properti. Rumah. - Pasar Tradisional - dll More info Call / wa : Nurul Azimah Senjatayang digunakan dalam peperangan ini juga memiliki nilai-nilai yang disakralkan serta sarat akan kandungan nilai filosofis. Senjata terlihat sebagai alat untuk membunuh tetapi senjata tradisional Sumatera Utara ini memiliki nilai lebih. Berikut ini adalah ulasan dari senjata-senjata yang hebat itu. 1. Senjata Piso Halasan MengenalKeunikan Bangunan Rumah Limas. Rumah limas adalah rumah tradisional masyarakat di provinsi Sumatra Selatan. Rumah ini punya bentuk yang unik dengan atap berbentuk limas. Dahulu kala, rumah ini biasanya didirikan di tepi sungai menghadap ke barat dan disebut Matoari Edop. Sedangkan, rumah berbentuk limas yang didirikan menghadap ke RumahAdat Sulawesi Selatan Suku Makassar. Rumah adat suku Makassar identik dengan rumah yang digunakan para bangsawan. (Foto: pariwisataindonesia.id) Suku Makassar yang mendiami pesisir barat daya Sulawesi menyebut rumah adat mereka Balla. Dahulu rumah adat ini identik dengan rumah yang digunakan oleh para bangsawan. . Daftar isi1. Rumah Limas2. Rumah Tatahan3. Rumah Ulu4. Rumah Rakit5. Rumah Cara Gudang6. Rumah Kilapan7. Rumah KingkingFilosofi Rumah Adat Sumatera SelatanCiri Khas Rumah Adat Sumatera SelatanPenduduk Sumatera Selatan yang mayoritas adalah etnis melayu dan beberapa etnis pendatang seperti Jawa, Komering, Minangkabau, Batak, dan lainnya mempengaruhi kebudayaan yang beragam di Sumatera satu budaya yang masih dilestarikan sampai sekarang berbentuk rumah adat yang merupakan peninggalan seni arsitektur dari nenek adalah beberapa contoh rumah adat Sumatera Selatan yang sampai saat ini masih sering dijumpai di sepanjang wilayah Sumatera Rumah LimasRumah limas adalah salah satu peninggalan budaya yang menjadi ikon dari rumah adat Sumatera limas sering disebut juga rumah bari yang memiliki arti rumah tua, namanya sendiri terdiri dari kata “lima” dan “emas” yang disingkat menjadi LimasRumah limas dibuat dengan arsitektur yang memiliki lantai berundak yang dinamai kekijing. Limas juga memiliki penyangga yang berbentuk tiang dengan tinggi sekitar 1,2 sampai 2 dari rumah limas adalah mempunyai genting berisi air yang digunakan untuk mencuci tangan dan kaki ketika masuk Rumah TatahanRumah tatahan adalah salah satu rumah adat Sumatra Selatan yang memiliki ciri khas terdapat banyak ukiran-ukiran atau tatahan biasanya dilengkapi dengan tiang-tiang yang menyangga atapnya, berbentuk rumah panggung rumah adat ini terbuat dari kayu TatahanPada umumnya rumah tatahan terdiri dari dua ruangan, bagian depan dipakai untuk memasak dan menyimpan tungku, dan ruang satunya dipakai untuk kegiatan Rumah UluSalah satu rumah adat Sumatera Selatan adalah rumah ulu, rumah adat ini adalah rumah tradisional yang dimiliki masyarakat di sepanjang hulu sungai pembuat rumah ulu terbilang memiliki teknik yang unik dan rumit, karena harus mengikuti sistem khusus yang dinamai UluSaat ini rumah ulu sudah jarang ditemui di Sumatera Selatan, mungkin karena salah satu bahan pembuatnya juga harus memakai kayu khusus seperti kayu Rumah RakitRumah rakit merupakan rumah adat Palembang yang dibangun terapung di atas rakit. Rakit yang dipakai disusun dari potongan bambu dan balok-balok bagian ujungnya diberi tiang yang dipasang diikat ke tonggak, kemudian tonggak tersebut ditancapkan ke tebing sungai sehingga bangunan ini bisa RakitPada awal adanya rumah rakit, para masyarakat Palembang menggunakan tali rotan sebagai pengikat rakit menggunakan dua bidang atap yang dinamakan atap kajang. Rumah ini terbagi ke dalam dua ruangan yang memiliki dua Rumah Cara GudangRumah cara gudang memiliki desain yang bentuknya memanjang seperti bentuk gudang. Seperti ciri khas rumah adat Sumatera Selatan, rumah tradisional ini memiliki atap yang berbentuk membuatnya berbeda dengan rumah limas, pada rumah cara gudang tidak memiliki Cara GudangBahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan rumah cara gudang adalah kayu berkualitas yang disusun dengan penuh gudang menggunakan material dari kayu unglen, trembesi, dan petanang. Rumah cara gudang memiliki bagian ruangan yang sama dengan rumah Rumah KilapanRumah adat kilapan adalah rumah tradisional Sumatera Selatan yang sisi dindingnya diproses halus dengan sugu atau ini pada umumnya berbentuk panggung yang dilengkapi dengan tiang penyangga yang memiliki tinggi 1,5 KilapanCiri khas dari rumah kilapan adalah tiangnya yang tidak ditancapkan ke dalam tanah, tiangnya akan diletakkan begitu saja di atas yang menyangga rumah kilapan biasa disebut dengan tiang duduk, sama seperti rumah adat Sumatera Selatan pada umumnya, rumah kilapan memiliki dua ruangan yang difungsikan sebagai ruang depan dan Rumah KingkingRumah adat Sumatera Selatan yang terakhir adalah rumah kingking, yang merupakan rumah panggung dengan ciri khas memiliki tiang KingkingBentuk rumah kingking mirip seperti bujur sangkar, atapnya dibuat dari bahan bambu yang dibelah dua dan dinamai seperti rumah adat Sumatera Selatan lainnya, rumah ini juga terdiri dari dua ruangan yang berfungsi sebagai ruang depan dan tempat berkumpulnya rumah tradisional memiliki filosofi yang melambangkan kekayaan budaya dari masyarakatnya. begitu juga dengan rumah adat Sumatera berikut adalah filosofi dari rumah adat Sumatera ornamen yang berbentuk tanduk dan melati pada bagian atap rumah adat Sumatera Selatan, dua tanduk melambangkan sosok Adam dan Hawa, Sedangkan melati melambangkan keagungan dan tiga tanduk yang melambangkan matahari, bulan, dan bintang. Sementara empat tanduk melambangkan empat sahabat Nabi Muhammad tanduk pada ornamen rumah adat Sumatera Selatan melambangkan rukun islam, karena mayoritas masyarakatnya memang memeluk agama adat Palembang pada umumnya menghadap ke arah timur dan barat, makna dari desain ini adalah tentang siklus yang menghadap ke barat dinamakan matoari bangian yang menghadap ke timur disebut matoari matiCiri Khas Rumah Adat Sumatera SelatanCiri khas dari rumah adat Sumatera Selatan, diantaranya adalah sebagai atap yang mayoritas bentuknya seperti dari rumah adat Sumatera Selatan berbentuk rumah desain yang mengikuti kondisi alam Pulau Sumatera yang sebagian wilayahnya merupakan jalur bangunan rumah yang desainnya bertingkat-tingkat sesuai dengan filosofi budaya ada tamu, masyarakat Sumatera Selatan akan menerimanya di teras atau lantai rumahnya memakai kayu uglen yang terkenal tahan di atas merupakan penjelasan tentang rumah adat Sumatera Selatan lengkap dengan filosofi dan ciri khasnya. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat. Sumber andalatourism Daftar, penjelasan dan gambar Rumah Adat Sumatera Selatan. Sumatera Selatan, sebuah provinsi yang dikenal akan destinasi wisatanya. Banyak pelancong berbondong-bondong datang dari berbagai daerah untuk bisa berlibur di sini. Beberapa tempat yang bisa dikunjungi adalah Sungai Musi, Kota Pagaralam, Pulau Kemaro, dan Jembatan Ampera. Selain itu, Anda juga dapat melakukan eduwisata dengan mengunjungi dan mempelajari ragam Rumah Adat Sumatera Selatan. Bukan hanya Rumah Limas, Sumatera Selatan ternyata memiliki tujuh rumah adat! Sampai saat ini pun, masyarakat masih terus memperlihatkan rasa bangga akan rumah adat tersebut sehingga banyak ditemui di berbagai titik Sumatera Selatan. Kira-kira apa saja? Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya Rumah Adat Sumatera Selatan Suku Palembang Rumah Adat Sumsel terbagi akan dua suku, yakni Suku Palembang dan Pasemah. Sesuai namanya, Suku Palembang ini berlokasi di Kota Palembang. Dulunya, kota ini memang dikelilingi sungai dan rawa. Maka dari itu, gaya rumah adatnya berbentuk rumah panggung. Apa saja? Lihat Lengkap Proyek Perumahan Puri Bintaro Residence Rumah Limas Gambar Rumah Adat Sumatera Selatan Rumah Limas Sumber seringjalan Sebagaimana yang disebutkan di atas, Rumah Limas menjadi rumah adat yang paling terkenal di Sumatera Selatan. Limas adalah sebuah akronim dari “lima emas”. Masyarakat juga sering menyebutnya sebagai Rumah Bari yang bermakna rumah tua. Rumah Adat Limas Sumatera Selatan banyak ditemukan di Palembang dan Baturaja, untuk upacara adat atau pernikahan. Arsitektur Rumah Adat Limas Sumatera Selatan Rumah Limas berbentuk panggung, tetapi tidak terlalu tinggi. Tiang penyangganya hanya sepanjang sampai 2 meter dari permukaan tanah. Terdapat tangga undak kekijing untuk masuk ke dalam pintu rumah. Kekijing pada Rumah Limas biasanya berjumlah 2 sampai 4 buah. Pada bagian lain seperti lantai, material yang digunakan adalah kayu tembesu. Tiang menggunakan kayu unglen dan kerangka rumah menggunakan kayu seru. Luar atau dalam rumah, Anda juga akan melihat ornamen yang digunakan untuk menangkal petir. Ornamen ini disebut Ornamen Simbar. Tidak sembarangan, biasanya penghuni meletakkan jumlah simbar sesuai rukun islam, yakni lima buah. Cek Juga Proyek Properti Royal Cempaka Bagian Rumah Limas Ternyata Rumah Adat Limas Sumatera Selatan terbagi akan beberapa ruangan, berikut penjelasannya Ruang Utama Pagar Tenggalung Ruang ini tepatnya adalah beranda depan. Tidak memiliki dinding sehingga anggota keluarga atau tamu dapat bersantai sambil merasakan angin yang berhembus. Pagar tenggalung ini dapat dinaiki dari sisi kanan atau kiri rumah. Sebelum naik, di bawah tangga terdapat gentong berisi air untuk Anda cuci kaki dan tangan. Ruang Kedua Jogan Ruangan ini berada di ruang tengah. Digunakan untuk para pria berkumpul. Ruang Ketiga Kekijing Ketiga Ruangan ini digunakan untuk tamu dalam upacara adat. Ruang Keempat Kekijing Keempat Ruangan ini memiliki lantai yang lebih tinggi dari kekijing ketiga. Fungsinya sama, untuk menerima tamu dalam upacara adat. Hanya saja, kekijing keempat digunakan untuk tamu yang lebih dekat seperti keluarga besar, orang yang dituakan dan datuk dapunto. Ruang Kelima Gegajah Gegajah adalah ruangan paling istimewa pada Rumah Limas. Luasnya pun paling besar jika dibandingkan dengan ruang lainnya. Ada ruang pangkeng, amben tetuo dan amben keluarga. Dalam upacara adat, biasanya digunakan untuk menerima tamu utama. Kalau untuk pernikahan, ruangan ini digunakan untuk pelaminan pengantin. Dapur Rumah Limas juga dilengkapi dapur. Uniknya, dapur ini terbagi tiga. Pertama digunakan untuk menyiapkan bahan-bahan. Bagian kedua untuk mengolah bahan menjadi masakan. Dan ruangan ketiga digunakan untuk mencuci peralatan masak. Cek Juga Rumah Dijual di Tebing Tinggi Termurah Rumah Rakit Gambar Rumah Adat Sumatera Selatan Rumah Rakit Sumber daerahkita Rumah adat dari Sumatera Selatan selanjutnya adalah Rumah Rakit. Uniknya, rumah ini terapung di atas sebuah rakit yang disusun dari balok dan potongan bambu. Bagaimana cara menjangkau rumah ini? Pada bagian depan rumah terdapat jembatan yang terhubung langsung ke daratan. Sementara kalau ingin berkunjung ke rumah yang ada di sebelahnya, biasanya menggunakan perahu. Arsitektur Rumah Rakit Sumatera Selatan Mengetahui Rumah Rakit terapung, apakah tidak tenggelam atau hanyut? Tenang, pada tiap sudut rumah dipasang tonggak yang diikat dengan tali rotan. Kemudian tonggak tersebut ditancapkan ke tebing sungai sehingga aman untuk dipijak. Atap rumah adat ini disebut sebagai Atap Kajang. Berbeda dari yang lain, atap ini hanya terdiri dari dua bidang saja. Pintunya pun juga hanya dua, yakni pintu yang menghadap tepi sungai dan tengah sungai. Nah sementara pada jendela, Rumah Rakit memiliki lebih dari dua jendela. Ditempatkan di kanan kiri rumah, serta di sebelah pintu sejajar. Lihat Juga 6 Rumah Adat Sumatera Utara & Gambarnya, Yuk Cek! Rumah Cara Gudang Gambar Rumah Adat Sumsel Rumah Cara Gudang Sumber berbol Rumah adat yang berasal dari Sumatera Selatan ketiga ada Rumah Cara Gudang. Nama Cara Gudang diambil karena bentuknya memanjang seperti gudang. Jika dibandingkan dengan Rumah Adat Sumatera Selatan lain, Rumah Gudang lebih diminati masyarakat lokal, terutama yang tinggal di dekat Sungai Musi. Hal tersebut dikarenakan rumah adat ini lebih mudah dirawat. Arsitektur Rumah Cara Gudang Sumatera Selatan Rumah Gudang Sumatera Selatan ini tidak jauh berbeda dengan Rumah Limas. Persamaan yang dapat dilihat adalah pada atap. Selain itu, bentuknya pun sama, menyerupai panggung dengan ketinggian sampai 2 meter juga. Tetapi perbedaan yang dapat dilihat adalah bahwa Rumah Cara Gudang tidak memiliki kekijing. Dari material yang digunakan untuk pembangunan, rumah ini menggunakan kayu berkualitas seperti kayu unglen, tembesu atau petanang. Mereka disusun dengan baik sehingga kokoh berdiri sampai waktu lama. Rumah Ulu Sumber 1001indonesia Sekarang ini, Rumah Ulu sudah semakin jarang ditemukan. Padahal, rumah ini tahan terhadap gempa. Jika Anda ingin menemukan Rumah Ulu, coba eksplor daerah Sungai Musi karena menjadi rumah adat khas masyarakat yang tinggal di sana. Arsitektur Rumah Ulu Sumatera Selatan Proses pembangunan Rumah Ulu memakan banyak waktu. Hal tersebut dikarenakan sebelum pembangunan, ada peraturan ulak-ulak yang harus dipatuhi dan disepakati bersama. Material Rumah Ulu adalah kayu berkualitas. Dan seperti yang disebut di atas, rumah ini memang tahan gempa karena kayu penopangnya adalah batang pohon unglen. Bagian Rumah Ulu Terdapat tiga bagian ruangan pada Rumah Ulu, berikut adalah penjelasannya Bagian Depan Seperti rumah pada umumnya, bagian depan adalah tempat untuk menjamu dan menerima tamu. Ada garang atau lintut yang digunakan keluarga untuk bersantai di sore hari. Bagian Tengah Bagian tengah Rumah Ulu digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Tetapi ruangan ini terbagi 3 bagian lagi. Pertama ada Haluan yang merupakan tempat tidur laki-laki. Kakudan yang merupakan tempat tidur perempuan. Dan Gedongan yang biasa digunakan untuk memberi wejangan antar anggota keluarga. Bagian Belakang Bagian belakangan adalah tempat untuk memasak. Selain itu, alat tani dan kebun juga diletakkan di sini. Rumah Adat Sumatera Selatan Suku Pasemah Berbeda dari Suku Palembang, Suku Pasemah tinggal di daerah pegunungan atau dapat dibilang lebih banyak daratannya. Terdapat tiga rumah adat Suku Pasemah. Berikut ini penjelasannya Rumah Kilapan Sumber mangabay Rumah Kilapan Sumatera Selatan adalah rumah adat tradisional yang tidak memiliki ukiran pada dinding. Atau lebih jelasnya, dinding rumah ini halus seperti rumah biasa. Tetapi jangan salah, proses penghalusan dinding dilakukan dengan alat khusus bernama ketam atau sugu. Bentuk rumah adat ini berbentuk panggung dengan tiang penyangga tiang duduk setinggi meter. Tiang-tiang tersebut tidak ditanamkan di tanah, melainkan didirikan dan diperkuat dengan baru-baru. Unik, kan? Pada ruangan, Rumah Kilapan terbagi atas dua ruang. Ruang pertama beralaskan tanah dan biasanya digunakan untuk memasak dengan tungku. Sementara ruang berikutnya digunakan untuk melakukan aktivitas hingga beristirahat. Uniknya, ruangan-ruang tersebut tidak memiliki sekat. Pun misal ada, sekat yang digunakan adalah dari alat dapur atau peralatan pertanian dan pertukangan. Tetapi karena zaman semakin modern, kini beberapa Rumah Kilapan sudah memiliki sekat dari kayu. Lihat Juga 7 Gambar & Keunikan Rumah Adat Sumatera Barat Rumah Tatahan Sumber celticstown Berbeda dengan Rumah Kilapan, Rumah Tatahan adalah Rumah Adat Sumsel yang memiliki ukiran. Proses pengukiran ini disebut tatahan, yang mana dilakukan oleh ahli dan memakan waktu cukup lama. Rumah Tatahan berbentuk rumah panggung, memiliki tiang penyangga setinggi meter. Kayu yang digunakan adalah tembesu atau kelat. Kayu ini sangat kuat hingga bisa menopang Rumah Tatahan berpuluh-puluh tahun. Kalau dari segi jumlah ruang dan fungsi, Rumah Tatahan memiliki jumlah dan fungsi yang sama dengan Ruang Kilapan. Rumah Kingking Sumber aminama Rumah adat dari Sumatera Selatan terakhir adalah Rumah Kingking. Rumah Kinging banyak digunakan Suku Pasemah. Sama seperti Rumah Kilapan, rumah ini menggunakan tiang duduk untuk penopangnya. Kalau dari bentuk, Rumah Kinging berbentuk bujung sangkar. Atapnya disebut Gelumpai, terbuat dari bambu yang dibelah dua. Jumlah ruangan Rumah Kinging sama seperti yang lain. Pertama untuk memasak dan kedua untuk aktivitas hingga istirahat. Baca Juga Penjelasan Rumah Adat Maluku Beserta Arsitektur dan Filosofinya Saat berbicara tentang Sumatera Selatan, kamu pasti akan langsung teringat dengan Sungai Musi. Ada juga yang langsung terbayang-bayang dengan kelezatan pempek khas Palembangnya. Tapi untuk kamu yang punya hobi di bidang arsitektur, jangan lewatkan keunikan rumah adat Sumatera Selatan. Provinsi ini bahkan punya 7 jenis rumah adat dengan struktur bangunan yang berbeda. 7 Nama Rumah Adat Sumatera Selatan 1. Rumah Adat Limas Struktur tanah di Provinsi Sumatera Selatan yang mayoritas berjenis gambut dan rawa ternyata juga mempengaruhi bentuk rumah adatnya. Masyarakat zaman dulu ternyata sudah mengenal alam dan bisa menyesuaikan diri dengan baik. Kamu pun bisa melihat rumah adat Sumatera Selatan yang bentuknya panggung. Salah satunya adalah rumah adat Limas. Limas sebenarnya adalah bentuk atap dari rumah panggung ini. Limas berasal dari kata “lima” dan “emas”. Atap ini memang disebut limas karena memang terdiri dari 5 sudut. Faktanya, kamu juga bisa menemukan rumah limas ini di wilayah Jawa, tapi bangunannya tidak berbentuk rumah panggung seperti di Sumatera Selatan. Biasanya rumah Limas berdiri di atas tiang penyangga yang berukuran 1,5 – 2 meter. Tiangnya terbuat dari kayu berkualitas yang tahan air dan tanah yang asam. Rumah Limas biasanya terdiri dari 3 ruangan utama. Saat kamu masuk dari serambi, kamu bisa menjumpai ruangan utama, kemudian di bagian tengah terdapat ruangan kekijing yang disekat-sekat. Bagian belakang rumah ini biasa digunakan sebagai dapur. Uniknya, kamu akan menjumpai rumah Limas yang biasanya terdiri dari 2-5 kekijing. Konon hal ini sebagai penanda jenjang kehidupan sosial masyarakat, seperti umur, jenis kelamin, bakat, kedudukan, dan juga martabat. 2. Rumah Cara Gudang Rumah ini begitu unik karena bentuknya seperti rumah panggung semi modern. Kamu bisa menemukan perpaduan penggunaan kayu keras dan tembok bata. Kata “gudang” dalam rumah adat ini memang mengacu pada gudang yang sebenarnya. Rumah adat ini dari segi bentuk fisiknya memang menyerupai gudang yang memanjang ke belakang. Rumah Cara Gudang biasanya dibangun dengan kayu unglen, tembesu, atau petanang. Kayu-kayu ini hanya bisa kamu temukan di wilayah Pulau Sumatera. Rumah adat yang jauh lebih tradisional biasanya menggunakan 100% kayu untuk material bangunannya. Rumah adat Cara Gudang identik dengan bentuk atapnya yang menjulang ke atas di kedua sisi. Cara Gudang biasanya terdiri dari 3 ruangan, yaitu ruang depan, tengah,dan belakang. Rumah Cara Gudang biasanya harus ditopang dengan kayu atau tiang penyangga. Tingginya bahkan mencapai 2 meter. Untuk masuk ke bagian teras, biasanya tersedia 2 buah tangga . Letaknya tepat di bagian tengah rumah. 3. Rumah Rakit Kamu sudah tahu, kan kalau Provinsi Sumatera Selatan punya sungai yang sangat ikonik? Sungai Musi bukan hanya jadi landmark Kota Palembang, tapi juga jadi sendi kehidupan bagi masyarakatnya. Bahkan Sungai Musi sudah menjadi urat nadi transportasi dan kehidupan sejak zaman Sriwijaya hingga kini. Nah, peradaban yang terletak tepat di tepi Sungai Musi ternyata juga berpengaruh pada rumah adat yang dibangun masyarakatnya. Nama hunian mereka adalah Rumah Rakit. Seperti namanya, kamu bisa menjumpai bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu dengan atap rumbia. Rumah ini kenyataannya benar-benar mengapung di atas air. Rumah Rakit hingga kini masih ada dan bisa kamu temukan di sekitar Jembatan Ampera. Bentuknya pun kini sudah bertransformasi jadi lebih modern. Rumah Rakit ini biasanya disambungkan dengan jembatan kayu ke arah darat. Gambar rumah ini juga banyak dipajang di situs pariwisata Sumatera Selatan. 4. Rumah Kilapan Kalau Kamu berkunjung ke wilayah pedesaan Sumatera Selatan, kamu bisa menemukan Suku Pasemah. Mereka hidup di daerah pegunungan dan dataran tinggi. Suku ini mempunyai rumah adat yang diberi nama Kilapan. Rumah ini cukup sederhana dan masih mengusung konsep panggung, bangunannya biasa berdiri di atas tiang setinggi 1,5 meter. Kamu bisa melihat dinding rumah Kilapan yang terbuat dari kayu. Dindingnya dibiarkan polos tanpa ada ukiran ataupun hiasan. Rumah Kilapan biasanya terdiri dari 2 ruangan yaitu ruang depan tamu dan ruang belakang. Rumah ini juga dilengkapi dengan teras dan tangga di bagian depannya. 5. Rumah Adat Sumatera Selatan Tatahan Suku Pasemah ternyata tidak hanya punya satu rumah adat. Ada 2 lagi rumah adat yang mereka miliki dan masih bertahan hingga kini. Salah satunya adalah rumah Tatahan. Kata “tatahan” berasal dari “tatah” yang artinya alat untuk memahat. Sama seperti namanya, rumah Tatahan memang memiliki banyak sekali hasil tatahan. Kamu juga bisa menyebutnya sebagai ukiran. Jadi, bisa dibilang rumah jenis ini tergolong lebih mewah dibandingkan rumah Kilapan. Rumah Tatahan biasa dimiliki oleh para petinggi desa. Bagaimana konstruksinya? Tatahan punya konstruksi ala rumah panggung. Bangunannya berdiri di atas beberapa tiang kayu setinggi1,5 meter. Rumah Tatahan terdiri dari 2 ruang, yaitu ruang depan dan tengah. Uniknya kalau kamu mau memasak dan berkegiatan, kamu justru harus melakukannya di ruang depan, bahkan ada spot tungku atau perapian di ruang depan ini. Nah, ruang tengah biasanya digunakan oleh masyarakat untuk bercengkrama dan tidur saat malam hari. 6. Rumah Adat Sumatera Selatan Kingking Suku Pasemah juga punya rumah adat yang lebih besar, namanya adalah rumah Kingking. Rumah ini begitu unik karena bentuknya seperti bujur sangkar. Konstruksinya masih berbentuk rumah panggung. Tapi tiang penyangganya sudah terbuat dari beton cor berbentuk prisma. Rumah Kingking juga punya keunikan dari bagian atapnya. Meskipun dibangun pada masa modern, tapi rumah Kingking tetap menggunakan material atap dari bambu yang dibelah dua. Atap ini biasa masyarakat sebut dengan gelumpai. Rumah Kelingking terdiri dari 2 bagian, yaitu depan dan tengah. Bagian depan biasa digunakan untuk kegiatan memasak. Sedangkan bagian tengahnya biasanya digunakan untuk istirahat. Kadang rumah Kelingking juga dilengkapi dengan hiasan payung-payungan unik. Hiasan ini berbentuk seperti tongkat dengan payung 3 tingkat di bagian atasnya. Uniknya, 3 tingkat payung ini punya warna yang berbeda. Umumnya sih, warna biru, merah, dan kuning. Hiasan ini banyak ditemukan di bagian depan rumah Kingking dan punya makna filosofis sendiri. 7. Rumah Ulu Rumah adat yang satu ini memang sudah jarang ditemukan di era sekarang. Tapi kamu masih bisa menemukan rumah guru di halaman belakang Museum Balaputradewa. Uniknya lagi, ternyata rumah Ulu yang ada di halaman museum ini asli dan sudah berusia 200 Rumah Ini dulunya diambil dari Desa Asam Kelat, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Seperti namanya, “ulu” berarti hulu. Nama rumah ini memang menggambarkan di mana rumah tersebut berasal yaitu dari daerah hulu Sungai Musi. 90% material rumah adat ini terbuat dari kayu. Konstruksinya berbentuk rumah panggung dengan penopang kayu besar. Uniknya lagi, kamu tidak boleh sembarangan membangun rumah ini. Rumah Ulu harus dibangun menghadap ke arah aliran air. Tujuannya agar bangunan bisa bertahan dari banjir bandang. Jika mau membangun Rumah Ulu yang baru, kamu harus membangunnya makin mendekati hilir sungai. Aturan ini juga menjadi penanda struktur umur di masyarakat tersebut, dari yang tua di bagian hulu hingga yang muda ke arah hilir. Nama rumah adat Sumatera Selatan memang unik-unik. Begitu juga dengan bentuk dan filosofinya yang juga unik. Kalau kamu sedang berkunjung ke sana, kira-kira kamu ingin melihat desain rumah adat yang mana saja? Palembang - Provinsi Sumatra Selatan juga dikenal dengan sebutan Bumi Sriwijaya karena merupakan pusat kerajaan karena itu, berkembang beberapa senjata tradisional, baik yang dipakai untuk peperangan maupun dalam untuk perlindungan kehidupan tradisional Sumatra Selatan memiliki bentuk dan makna yang berbeda beda. Meski begitu, masih banyak senjata tradisional yang bertahan hingga saat ini. Dilansir dari buku "Senjata Tradisional Daerah Sumatera Selatan" karya Drs. Eddy Ramlan, berikut daftar senjata tradisional Sumatra Selatan1. Keris PalembangKeris merupakan senjata tradisional yang ada di beberapa daerah, salah satunya adalah Palembang, Sumatra asal Palembang ini memiliki ciri khas tersendiri. Besi yang dipakai dalam pembuatan keris adalah besi ringan yang berasal dari Kabupaten Lahat dekat desa Bunga khas lainnya adalah keris ini memiliki gagang dari kayu keras atau gading yang berbentuk menyerupai kepala burung. Keris Palembang dibalut dengan sarung yang berbentuk perahu bidar yang melambangkan kejayaan kerajaan Palembang memiliki beberapa bentuk mulai dari yang datar, mata rata, mata gurat, dan lok yang bergelombang. Sejak dulu, keris menjadi simbol keagungan para bangsawan. Namun kini keris hanya dipakai sebagai aksesori dari pakaian SiwarSiwar merupakan golongan senjata pusaka yang dipercaya sebagai warisan turun temurun dari leluhur. Oleh karena itu, siwar hanya dimiliki oleh para ahli desa dan tetua pemilik siwar mengatakan bahwa siwar yang mereka miliki adalah "kimpalan mekam" yang artinya siwar mereka berasal dari keluarga pandai besi di desa Mekam yang ada di Sumatra berukuran kecil sekitar 15 - 30 cm dan hanya memiliki satu mata. Siwar memiliki punggung yang tebal sehingga senjata ini tidak akan mudah patah. Kegunaan dari siwar pada zaman dahulu adalah khusus untuk menyerang musuh sebab senjata ini sangat ini senjata siwar memiliki fungsi sosial yang digunakan sebagai senjata tusuk dalam olahraga bela diri silat dan menjadi kelengkapan pakaian SkinSenjata tradisional yang satu ini juga merupakan senjata pusaka yang sedikit info atas asal usulnya. Skin memiliki bentuk yang melengkung dan berukuran kecil sekitar 25-30 cm sehingga mudah skin yang berukuran lebih kecil sekitar 10-15 cm dan biasa disebut "taji ayam". Sehingga skin hanya bisa dipakai saat musuh dalam jarak dekat dan keadaan ini merupakan hasil akulturasi antara budaya Tionghoa dan budaya Melayu. Skin juga dipercaya sebagai senjata yang keramat karena memiliki kekuatan magis. Maka dari itu, skin saat ini begitu dijaga KlewangKlewang merupakan senjata tradisional Sumatra Selatan yang kini sudah langka. Hal ini karena klewang sudah tidak lagi diproduksi oleh para pengrajin besi. Saat ini, kelewang hanya ada beberapa di desa-desa dan dipelihara dengan pernah dibeli oleh pria Inggris bergelar Marquess of Hertford pada tahun 1869 dari pasar lelang di kota Paris. Tak disangka, kelewang ini merupakan senjata tradisional hingga akhirnya dipajang di museum Wallace, cukup mirip dengan pedang, tetapi klewang memiliki ciri khas besi lempengan yang melengkung dan menyatu dengan tersebut berfungsi untuk menahan besi agar tidak mudah lepas. Ukuran klewang cukup besar sekitar 70 cm dengan panjang gagang kira-kira 10 juga dipercaya sebagai senjata keramat yang punya nilai magis. Oleh karena itu klewang sekarang digunakan sebagai pelindung rumah dan penjaga dari gangguan pencuri dan makhluk halus. Hal tersebut menunjukkan pergeseran fungsi dari alat peperangan menjadi benda TumbakBerikutnya ada tumbak yang merupakan senjata tradisional Sumatra Selatan. Di sebagian tempat, senjata ini disebut sebagai "linggis".Saat ini jumlah senjata tumbak sudah tidak banyak lagi dan hanya dimiliki oleh tokoh-tokoh dua jenis tumbak, tumbak yang menjadi senjata pusaka dan yang non tumbak pusaka dibuat oleh orang terdahulu dan diyakini memiliki nilai gaib yang kuat. Sedangkan senjata tumbak non pusaka dibuat oleh pengrajin besi dan terbuat dari besi memiliki ukuran yang panjang dengan mata pisau yang gepeng dan mata berkisar sekitar 25 - 30 cm dengan lebar 5 cm. Sedangkan panjang gagang tumbak ini bisa mencapai 1,5 - 1,7 meter. Senjata ini termasuk ke dalam jenis senjata Pisau Ulu PandakSenjata yang satu ini merupakan senjata khas dari daerah Kabupaten Musi Rawas dan hanya terdapat di daerah tersebut. "Ulu" artinya gagang dan "pandak" artinya pendek. Jadi pisau ulu pandak adalah pisau bergagang ini tergolong sebagai senjata yang banyak dibuat oleh pengrajin besi. Sedangkan untuk bagian gagang biasanya dibuat oleh sendiri menyesuaikan gagang dan sarung tidak sulit tapi perlu keahlian khusus dalam mengikat utas agar tidak pisau ulu pandak tidak terlalu besar, kurang lebih sama dengan pisau tukang sepatu. Pada bagian ujung gagang terdapat lubang untuk memasukan tali atau ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk meraut bambu, atau memotong kayu TulupTulup adalah senjata tiup yang digunakan untuk menyerang musuh ataupun berburu burung di ini sekarang sudah langka dan jarang dipakai. Hal ini dikarenakan kekuatan senjata bergantung pada daya tiup si pengguna."Tulup" dalam bahasa daerah Sumatera Selatan berarti tiup. Sehingga diyakini senjata tulup ini berasal dari Sumatera terbuat dari bambu yang lubangnya berdiameter 1 cm. Bentuk tulup ini bulat dengan panjang 2 - 3 7 senjata tradisional dari Sumatera Selatan. Beberapa di antaranya sudah langka lho, detikers. Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Pemalak Turis di Palembang" [GambasVideo 20detik] des/inf

rumah tradisional sumatera selatan tts